menebar senyuman untuk semuanya

Senin, 11 Februari 2013

Seberkas cinta



SEBERKAS CINTA UNTUK IBUNDA

Dear, ibunda tercinta....

          Rentetan perjalanan panjang telah kita alami bersama, dikala suka dan duka, Ibu selalu mengiringi setiap langkah ku. Setiap kata-kata bijak selalu menghiasi bibirnya untuk ku dan memberi suntikan semangat dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan lika-liku ini. Semoga sepucuk surat ini bisa sedikit mengobati kerinduanku padamu.
            Kata mereka diriku selalu dimanja, kata mereka diriku selalu ditimang.... Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku”. Sepenggal lirik lagu  “bunda” ini ku persembahkan hanya untuk mu . Salam sayang dan cinta dari anakmu. Ibuku kaulah lentera hidupku,  segala kasih sayang selalu tercurahkan untuk ku, serta tiada kata lelah  tuk mengurus dan memperhatikan tumbuh kembangku.
Diri mu bak rembulan yang menyinari  ketika gelap datang, sentuhan lembut dan kasih sayangmu membuat tubuh kecil ini selalu ingat akan belaian hangat itu. Sungguh tak bisa kulupa semuanya. Ketika didekapan mu, kurasakan kedamaian dan pancaran kasih sayang. Begitu besar kasih sayang dan perhatian yang kau curahkan kepada anakmu.
Di waktu  beliau, engkaulah yang senantiasa menimang, menyuapi dan memberikan segala hal untukku. Ya, semenjak kecil sampai dewasa engkau seakan tak pernah lelah tuk membuatku tersenyum bahagia, terkadang hal sekecil apapun kau begitu teliti untuk mempersiapkan anak mu yang akan tumbuh dewasa. Beribu-ribu kesalahan selalu menyelimuti hari-hariku dan membuatmu kesal dan khawatir. Namun, apa yang ibu lakukan? Dia hanya diam, menasehati ketika aku melakukan kesalahan dan tersenyum ketika aku mendapat kebahagia entah karena prestasi ataupun membantu pekerjaannya. Tak kenal lelah, Ibu selalu membimbingku untuk menjadi pribadi yang baik dan bisa menjadi kebanggaan semua orang.  Meskipun terkadang terselip duka karena suatu masalah, kau tetap tegar dan selau memberikan senyuman yang merekah dari bibirmu. Kau begitu tegar meskipun badai itu datang menghampirimu.
Linangan air mata ini selalu mengalir membasahi pipi, tatkala mendengar betapa beratnya dirimu melahirkan aku dengan mempertaruhkan jiwa raga demi anak yang terkasih. Terkadang pilu ini juga menyelimuti ku ketika dalam sujud di keheningan malam, engkau bangun  disaat yang  masih terlelap dalam mimpi. Dan seraya berdoa “ Ya Allah, ijinanlah anakku menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang padang masyar nanti bisa menolong kami sebagai orang tuanya, karena tatkala mempunyai anak yang sholeh dan sholehah segala doanya akan diterima, dan berilah kecerdasan kepada anak kami Ya Allah”.
Sayup-sayup terdengar lantunan doa dari ibuku, tak kuasa hati ini seakan-akan rapuh dan ingin menangis, hingga tak terasa sudah meneteskan air mata.
Sungguh begitu besar kasih sayang mu, mungkin benar kasih sayang ibu sepanjang hayat. Terima kasih ibu atas segala doa dan kasih sayang yang kau berikan selama ini dari lubuk hatiku “ Ya Allah, ijinkanlah hamba Mu ini menjadi anak yang berbakti yang bisa membuat ibuku serta ayahku bangga. Jujur dikala aku punya uang aku ingin sekali membiayai beliau untuk naik haji, tapi apa daya diriku semua itu belum bisa aku lakukan, hanya lewat belajar dan belajar serta berprestasi di sekolah semoga bisa sedikit mengobati keinginanku itu.”
Dan ketika tubuh ini tergeletak tak berdaya karena sakit yang menyapa diriku, kau begitu sabar merawat ku.Seakan-akan rasa sakit ini hilang dan tersedot ke arah ibu. Serta ketika aku kedinginan dan ketakutan akan suara petir yang menyambar dan menggelegar kau selalu mengatakan “ Sini anakku, dekaplah Ibu ketika kau takut, aku akan menjagamu”. Dan benar yang ibu katakan, segala perasaan takut itu sirna seketika dan ketika aku ada dalam dekapan mu ada semacam magnet yang membuat hati ini seakan tentram dan damai dibuatnya.
Di hari “IBU” ini aku ingin mengucapkan  terima kasih tiada tara karena kau , aku mampu berdiri seperti sekarang ini dan  menjadi pribadi yang mengerti akan makna kehidupan, ya ini adalah perjalanan hidup yang harus aku lalui.

I love U, Ibu...
Terima kasih atas segala kasih sayang yang selama ini kau berikan, semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi wanita seperti mu, yang selalu tabah, sabar, dan bijaksana dalam menghadapi problematika hidup di dunia ini. Segala kasih sayang kau berikan selama ini semoga bisa menjadikan diri ku semakin kuat menapaki kehidupan ini dan bisa menjadi orang yang senantiasa berbagi kasih sayang terhadap orang-orang yang membutuhkan.


=>“Terima Kasih Ibu atas Segalanya”  <=




B' D Best...

B’ The Best Yes !




B’ the best yes!!  Dug...dug...
Inilah salah satu yel-yel2 khas dari Rombel B angkatan 2010. Pokoknya kalau yel-yel ini diserukan, wah pasti rame deh.... :)
Kami dikumpulkan di kelas dengan berbagai karakteristik dan asal yang berbeda namun semua itu tidak menurunkan semangat kami untuk saling mengenal satu sama lain dan paling tidak kami sudah tahu sedikit demi sedikit kelebihan dan kekurangan masing-masing karena kebersamaan yang terjalin sampai saat ini.
Kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin selama beberapa semester ini sungguh memberikan kesan di hati. Ya, kami sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara. Meskipun terkadang persaudaraan dan kekompakan kami teruji dengan berbagai hal. Inilah sebuah kehidupan yang pasti ada cobaan yang harus dilewati untuk mengetahui seberapa besar rasa saling memiliki diantara kami. Terkadang aku sendiri merindukan moment kebersamaan, seperti makrab, kerjasama untuk menjadi yang terbaik dalam berbagai perlombaan, dan saling menjenguk ketika ada teman atau keluarga yang sakit.  
Kerikil tajam itu mulai menghadang kebersamaan dan kekompakan kami. Namun semua itu justru memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Ketika ada perlombaan yang datang. Kita duduk bersama, menghimpun berbagai persepsi yang berbeda untuk disatukan. Tak jarang perdebatan muncul silih berganti terkait ide-ide yang kreatif namun  selalu ada teman yang menengahkan perdebatan itu. Memang, disaat seperti itulah dibutuhkan kedewasaan dalam berfikir agar bisa mengatasi semua masalah dengan kepala dingin dan bijaksana. Dan jalan tengah yang dipilih selalu membuah kan hasil memuaskan. Dari ide-ide yang kreatif diambil beberapa dan dijadikan satu, sehingga menghasilkan ide yang jenius. # itulah yang selama ini aku rasakan teman.
Ya, dari situlah kita bangga dan bahagia ketika mendapatkan juara, karena usaha selama ini membuahkan hasil. Namun sebaliknya terus berusaha ketika kegagalan itu datang. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan apabila selalu berusaha untuk mengapai impian yang belum terwujud.
Canda tawa ada saja ketika di kelas yang menambah semarak perkuliahan. Sepertinya tiada hari tanpa bercanda, sebab selalu ada topik yang bisa menjadi bahan candaan. Hal inilah yang menambah keakraban kami. Meskipun suka dan canda itu ada, terkadang kesedihan itu muncul diantara kami. Kami paham kondisi satu sama lain ketika ada beberapa teman dari kami yang sedih dan teman-teman yang lain menghibur satu sama lain. Hemm... inilah arti dari persahabatan. Ketika ada suka ataupun duka satu sama lain saling mengerti.
Tidak terasa sudah semester 6, perjalanan masih panjang teman-temanku. Mari berjuang agar sukses menggapai asa dan cita, sehingga generasi penerus bangsa bisa ada digenggaman kita, dan membuat bangsa ini lebih baik.