menebar senyuman untuk semuanya

Senin, 11 Februari 2013

Bunda



Sosok Inspiratif dan Keteduhan yang Ku Temukan

            Sekelumit cerita ini semoga bisa menjadi inspirasi buat kalian semua. Ketika aku ditanya “siapa sosok yang inspiratif buat kamu?. Aku seraya menjawab “ Ibu”. Kenapa? Ya, ibu adalah sosok yang inspiratif, sebab beliau adalah orang yang mengajarkan aku akan segala hal. Menghargai oranglain, mengasihi dan senantiasa mengajarkanku untuk bersikap baik terhadap semua orang. Aku lahir di keluarga yang penuh dengan limpahan kasih sayang. Ya, ibu adalah salah satu sosok yang berperan dalam hidupku. Semenjak aku kecil sampai dewasa, Ibu selalu memberikan aku limpahan kasih sayang yang sama rata dengan kakakku. Yeah, aku senantiasa bersyukur atas semua itu.
            Menurutku selain ibu sebagai sosok inspiratif , beliau juga tempat curhatku. Suatu ketika, ada problematika kecil yang aku hadapi. Ketika aku dimusuhi oleh anak-anak sebaya semasa SD, hati ini seakan-akan pilu dan gelisah. Aku bingung, kepada siapa aku harus mengadu. Akhirnya aku mengadu kepada ibu sambil menangis “ Ibu, kenapa kawan-kawanku memusuhiku?”, Ibu berkata sambil mengusap air mataku “ Sabarlah Dik, mereka bukan memusuhimu tapi mereka sedang menguji kesabaran mu “.“Terus apa yang harus ku lakukan?” kata ku. Ibu menjawab dengan senyum kecil yang merekah dibibirnya “ Sabar Dik, kamu harus buktikan kepada mereka bahwa kamu bisa menjadi sosok yang tegar dan bisa memaafkan orang lain”
            Sungguh betapa dahsyatnya kata-kata ibuku itu,  bahkan  selalu terngiang-ngiang didalam ingatan ini. Terlebih ketika tubuh ini tergeletak lemas tak berdaya, ibu selalu menjaga dan merawat ku,  bahkan terkadang tidak tidur agar anaknya bisa terlelap tidur dengan nyaman. Dan ketika aku berada di dekatnya, kurasakan seperti ada magnet “ kehangatan” yang membuat tubuh ini  tadinya merasakan kedinginan beralih bahkan hilang menjadi hangat. Entah apa yang terjadi dalam diri ini.
            Ketika melihat matanya, seakan-akan tiada beban yang dipikulnya. Padahal dibalik semua itu pasti ada masalah yang beliau sembunyikan. Terkadang air mata ini membasahi pipi tanpa aku sadari. Ya, aku senantiasa berdoa “ Ya Allah, betapa kuatnya Ibu aku, mungkin aku belum bisa membalas semua jasanya yang telah diberikan kepadaku, tapi  ijinkanlah diriku memohon agar ibu  dan ayahku bisa naik haji”. Itulah yang aku inginkan semoga semuanya bisa terwujud.
Terima kasih ibuku....
Kau adalah segalanya untukku....
Kau sumber inspirasi ku....
Dan keteduhan kutemukan dalam dirimu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar