SEBERKAS CINTA UNTUK IBUNDA
Dear,
ibunda tercinta....
Rentetan
perjalanan panjang telah kita alami bersama, dikala suka dan duka, Ibu selalu
mengiringi setiap langkah ku. Setiap kata-kata bijak selalu menghiasi bibirnya
untuk ku dan memberi suntikan semangat dalam mengarungi kehidupan yang penuh
dengan lika-liku ini. Semoga sepucuk surat ini bisa sedikit mengobati
kerinduanku padamu.
“Kata
mereka diriku selalu dimanja, kata mereka diriku selalu ditimang.... Oh bunda ada
dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku”. Sepenggal lirik lagu “bunda” ini ku persembahkan hanya untuk mu . Salam
sayang dan cinta dari anakmu. Ibuku kaulah lentera hidupku, segala kasih sayang selalu tercurahkan untuk
ku, serta tiada kata lelah tuk mengurus
dan memperhatikan tumbuh kembangku.
Diri
mu bak rembulan yang menyinari ketika
gelap datang, sentuhan lembut dan kasih sayangmu membuat tubuh kecil ini selalu
ingat akan belaian hangat itu. Sungguh tak bisa kulupa semuanya. Ketika
didekapan mu, kurasakan kedamaian dan pancaran kasih sayang. Begitu besar kasih
sayang dan perhatian yang kau curahkan kepada anakmu.
Di
waktu beliau, engkaulah yang senantiasa
menimang, menyuapi dan memberikan segala hal untukku. Ya, semenjak kecil sampai
dewasa engkau seakan tak pernah lelah tuk membuatku tersenyum bahagia,
terkadang hal sekecil apapun kau begitu teliti untuk mempersiapkan anak mu yang
akan tumbuh dewasa. Beribu-ribu kesalahan selalu menyelimuti hari-hariku dan
membuatmu kesal dan khawatir. Namun, apa yang ibu lakukan? Dia hanya diam,
menasehati ketika aku melakukan kesalahan dan tersenyum ketika aku mendapat kebahagia
entah karena prestasi ataupun membantu pekerjaannya. Tak kenal lelah, Ibu
selalu membimbingku untuk menjadi pribadi yang baik dan bisa menjadi kebanggaan
semua orang. Meskipun terkadang terselip
duka karena suatu masalah, kau tetap tegar dan selau memberikan senyuman yang
merekah dari bibirmu. Kau begitu tegar meskipun badai itu datang menghampirimu.
Linangan
air mata ini selalu mengalir membasahi pipi, tatkala mendengar betapa beratnya
dirimu melahirkan aku dengan mempertaruhkan jiwa raga demi anak yang terkasih.
Terkadang pilu ini juga menyelimuti ku ketika dalam sujud di keheningan malam,
engkau bangun disaat yang masih terlelap dalam mimpi. Dan seraya berdoa
“ Ya Allah, ijinanlah anakku menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang padang
masyar nanti bisa menolong kami sebagai orang tuanya, karena tatkala mempunyai
anak yang sholeh dan sholehah segala doanya akan diterima, dan berilah
kecerdasan kepada anak kami Ya Allah”.
Sayup-sayup terdengar lantunan doa dari ibuku, tak kuasa hati ini seakan-akan rapuh dan ingin menangis, hingga tak terasa sudah meneteskan air mata.
Sayup-sayup terdengar lantunan doa dari ibuku, tak kuasa hati ini seakan-akan rapuh dan ingin menangis, hingga tak terasa sudah meneteskan air mata.
Sungguh
begitu besar kasih sayang mu, mungkin benar kasih sayang ibu sepanjang hayat.
Terima kasih ibu atas segala doa dan kasih sayang yang kau berikan selama ini
dari lubuk hatiku “ Ya Allah, ijinkanlah hamba Mu ini menjadi anak yang
berbakti yang bisa membuat ibuku serta ayahku bangga. Jujur dikala aku punya
uang aku ingin sekali membiayai beliau untuk naik haji, tapi apa daya diriku
semua itu belum bisa aku lakukan, hanya lewat belajar dan belajar serta
berprestasi di sekolah semoga bisa sedikit mengobati keinginanku itu.”
Dan
ketika tubuh ini tergeletak tak berdaya karena sakit yang menyapa diriku, kau
begitu sabar merawat ku.Seakan-akan rasa sakit ini hilang dan tersedot ke arah
ibu. Serta ketika aku kedinginan dan ketakutan akan suara petir yang menyambar
dan menggelegar kau selalu mengatakan “ Sini anakku, dekaplah Ibu ketika kau
takut, aku akan menjagamu”. Dan benar yang ibu katakan, segala perasaan takut
itu sirna seketika dan ketika aku ada dalam dekapan mu ada semacam magnet yang
membuat hati ini seakan tentram dan damai dibuatnya.
Di
hari “IBU” ini aku ingin mengucapkan
terima kasih tiada tara karena kau , aku mampu berdiri seperti sekarang
ini dan menjadi pribadi yang mengerti
akan makna kehidupan, ya ini adalah perjalanan hidup yang harus aku lalui.
I love U, Ibu...
Terima kasih atas segala kasih sayang yang selama ini kau berikan, semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi wanita seperti mu, yang selalu tabah, sabar, dan bijaksana dalam menghadapi problematika hidup di dunia ini. Segala kasih sayang kau berikan selama ini semoga bisa menjadikan diri ku semakin kuat menapaki kehidupan ini dan bisa menjadi orang yang senantiasa berbagi kasih sayang terhadap orang-orang yang membutuhkan.
=>“Terima Kasih Ibu atas Segalanya” <=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar